Minggu, 24 September 2017

Apa yang kamu pikirkan?

Rasanya sejenak penat membayangi langkah-langkah hari selanjutnya. Rasanya seperti bimbang dengan apa yang harus dilakukan saat ini. Setiap orang tentunya ingin merasakan sebuah kebebasan yang hakiki dan mutlak. Tak begitu jauh denganku. Memasuki masa-masa awal perkuliahan ini tak semudah dan seindah yang ku pikirkan saat masa SMA. Dengan tugas yang menumpuk menyelimuti otak ini, membuatku merasa sedikit mengasapi otak menyemati dunia kampus selanjutnya. Tapi apakah dengan pemikiran yang seperti itu aku akan sukses meniti karir perkuliahanku? Tidak! Aku tidak boleh seperti ini!
Entah mengapa disaat keraguanku muncul, kata-kata hampa itu terdengar lagi di telingaku. Entah bisikan dari mana, tapi kata-kata itu selalu menghiasi hari-hari kebimbanganku. "Jika kamu ragu, kamu tak akan pernah bisa melewati langkah selanjutnya". Kata-kata itu menjadi sebuah motivasiku sampai detik ini. Impian, harapan, semua akan menjadi kenyataan nantinya. Beruntung aku menemukan seseorang yang selalu menemani bara semangatku. Dia motivasiku. Dialah yang telah menyadarkanku bahwa tak ada sesuatu yang rumit jika kita menjalaninya dengan usaha yang gigih dan tekun. Meskipun dia tak secara langsung mengatakan hal itu padaku. Dialah yang mendorong ku dari depan untuk lebih gigih menghadapi sesuatu disamping dorongan orang tua ku yang selalu mendoakan kesuksesan anaknya. Selain itu, aku juga telah mengenal berbagai kegiatan di dalam kampus. Menganalisa berbagai kegiatannya. Namun memang hati ini belum tersentuh untuk memilih diantaranya. Tapi aku yakin, Allah SWT pasti telah memberikan segala yang terbaik untukku. Insya Allah, semua akan berjalan baik-baik saja. Insya Allah, semua mimpiku akan tercapai seperti tercapainya para pendaki gunung di puncak gunung yang tertinggi.

- Salam pena, osa.

2 komentar: