Minggu, 24 September 2017

Apa yang kamu pikirkan?

Rasanya sejenak penat membayangi langkah-langkah hari selanjutnya. Rasanya seperti bimbang dengan apa yang harus dilakukan saat ini. Setiap orang tentunya ingin merasakan sebuah kebebasan yang hakiki dan mutlak. Tak begitu jauh denganku. Memasuki masa-masa awal perkuliahan ini tak semudah dan seindah yang ku pikirkan saat masa SMA. Dengan tugas yang menumpuk menyelimuti otak ini, membuatku merasa sedikit mengasapi otak menyemati dunia kampus selanjutnya. Tapi apakah dengan pemikiran yang seperti itu aku akan sukses meniti karir perkuliahanku? Tidak! Aku tidak boleh seperti ini!
Entah mengapa disaat keraguanku muncul, kata-kata hampa itu terdengar lagi di telingaku. Entah bisikan dari mana, tapi kata-kata itu selalu menghiasi hari-hari kebimbanganku. "Jika kamu ragu, kamu tak akan pernah bisa melewati langkah selanjutnya". Kata-kata itu menjadi sebuah motivasiku sampai detik ini. Impian, harapan, semua akan menjadi kenyataan nantinya. Beruntung aku menemukan seseorang yang selalu menemani bara semangatku. Dia motivasiku. Dialah yang telah menyadarkanku bahwa tak ada sesuatu yang rumit jika kita menjalaninya dengan usaha yang gigih dan tekun. Meskipun dia tak secara langsung mengatakan hal itu padaku. Dialah yang mendorong ku dari depan untuk lebih gigih menghadapi sesuatu disamping dorongan orang tua ku yang selalu mendoakan kesuksesan anaknya. Selain itu, aku juga telah mengenal berbagai kegiatan di dalam kampus. Menganalisa berbagai kegiatannya. Namun memang hati ini belum tersentuh untuk memilih diantaranya. Tapi aku yakin, Allah SWT pasti telah memberikan segala yang terbaik untukku. Insya Allah, semua akan berjalan baik-baik saja. Insya Allah, semua mimpiku akan tercapai seperti tercapainya para pendaki gunung di puncak gunung yang tertinggi.

- Salam pena, osa.

Minggu, 04 Juni 2017

My Cerpen : "Segitiga Kehidupan"

Assalamu'alaikum, haihaihalloo.... Kali ini aku akan membagikan cerpen karanganku yang ditolak sama sebuah majalah wkwk. Mungkin karena emang kurang bagus ya :'( huhu. Tp gak apa-apa lah, itung-itung iseng buat cerpen. Aku juga mau bantu kalian-kalian yang lagi cari-cari cerpen atau ada tugas nyari cerpen mungkin, tapi nanti kalo mau ambil cerpen aku, ditulis ya karyanya.. karya Sainada Oktoby :v wkwk. Intinya NO JIPLAK yaa hahaha.
Inilah Mahakarya aku... :D

_____________________________________________________________

Tria. Begitulah namanya. Seorang anak perempuan berhijab yang saat ini sedang duduk di bangku sekolah SMA. Melihatnya begitu aneh. Tidak ada yang mau mendekatinya sebagai teman. Banyak orang prihatin dan kasihan dengan kondisinya. Kondisi dengan tubuh mungil dan bisa dibilang agak dekil tak mengurus diri. Padahal, dia sudah kelas XII SMA. Kesehariannya selalu sendiri. Semua orang di sekolah, menganggapnya tidak mempunyai kemampuan apa-apa. Tidak pandai berolahraga, tidak pandai dalam bidang seni, tidak nyambung di ajak mengobrol, bahkan bodoh dalam pelajaran di kelas. Semua memandang ia lemah. Kehidupannya bagai segitiga. Susah untuk berputar.

Tapi, ada hal yang saya senangi darinya. Dia adalah anak yang rajin membantu. Di pagi hari, dia sudah sampai sekolah jam setengah 6. Kemudian, dia membantu para petugas kebersihan sekolah untuk menyapu, membuka kunci-kunci kelas, dan menyirami tanaman. Bahkan setelah pulang sekolah, dia membersihkan masjid dan baru pulang jam setengah 6 sore. Saya sering memperhatikannya. Dia juga sering membantu saya merapikan ruang BK tempat saya bekerja. Anaknya memang sangat baik. Menurut saya, belum ada murid sebaik Tria yang saya temukan di sekolah ini selama 2 tahun terakhir saya di sini.

Perkenalkan, nama saya Anda Mila. Biasa dipanggil murid-murid, Ibu Mila. Saya adalah seorang psikolog yang bekerja di salah satu SMA Swasta di Jakarta. Yang menangani anak-anak bermasalah yang melanggar aturan sekolah, dan anak-anak yang mempunyai masalah di lingkungannya, seperti Tria.

Hari ini adalah hari awal untuk bekerja kembali. Seperti biasa, saya berangkat di antar suami yang juga akan bekerja. Saya berangkat jam setengah 6 dan sampai jam 6 di sekolah. Tapi, hari ini berbeda. Saya tidak melihat Tria menyirami tanaman bersama para petugas kebersihan sekolah. Kemana dia? Saya menanyakan hal ini pada salah seorang petugas kebersihan.

"Pak Jaya, si Tria kok gak ada?"
"Ndak tau, belum kelihatan daritadi."

Kemana dia? Apa dia terlambat? Saya tidak ingin dia masuk dalam catatan BK sebagai siswa-siswi bermasalah dengan aturan. Saya berdiri di depan gerbang sekolah menyambut siswa-siswi datang. Tapi sudah jam setengah tujuh, saya tidak melihat Tria.
Saya coba bertanya kepada wali kelasnya, Bapak Nurdin.

"Pak, si Tria kemana? Biasanya udah datang jam setengah 6, kok sampe gerbang ditutup gak ada ya, Pak?"
"Loh? Dia gak izin sama saya, Bu. Nanti coba saya tanya ke teman sekelasnya ya."

Tiba-tiba, datang teman sekelas Tria yang bernama Mahmudah menghampiri Pak Nurdin. Saya dan Pak Nurdin turut menanyakan tentang Tria.

"Eh, Mahmudah. Tria memangnya gak masuk?" Tanya Pak Nurdin.
"Nah, saya ke sini mau tanya itu, Pak. Saya mau tanya absennya Tria gimana nih? Saya kira dia izin ke Bapak."
"Loh, dia gak izin sama Bapak tuh."
"Kok tumben dia gak masuk ya Dah?" tanya saya pada Mahmudah.
"Gak tau, Bu. Yaudah deh, saya alfain aja ya?"
"Yaudah iya, nanti kalau ada pemberitahuan dari Tria, Bapak kasih tau deh."

Kemana Tria?
Sekitar 10 hari Tria tidak masuk sekolah. Apa penyebabnya? Saya mencoba mencari tahu sendiri karena memang Pak Nurdin wali kelasnya tidak diberi tahu keterangan apa-apa. Sepulang dari sekolah, saya mencari data rumah Tria. Saya pergi ke sana naik gojek. Daerah rumahnya ada di sekitar pinggiran kali Ciliwung.

Ketika saya sampai, saya kaget melihat kondisinya. Rumah-rumah di sini sangat kumuh. Bau, dan penuh sampah. Sungguh sebuah kehidupan yang keras yang harus dilalui Tria. Saat itu, saya melihat seorang Bapak tua yang sedang membersihkan sampah. Saya mencoba bertanya keberadaan rumah Tria pada Bapak itu.

"Assalamu'alaikum, Pak."
"Wa'alaikumsalam. Ada apa ya, Bu?"
"Saya ingin tanya rumah Tria. Bapak kenal tidak? Anaknya agak kecil."
"Oh, Tria? Dia biasanya kalo libur, jam segini lagi ngamen, Bu."
"Libur? Ngamen? Ngamen dimana ya, Pak?"
"Biasanya di perempatan lampu merah, Bu."
"Hmm, tapi Bapak tau rumahnya?"
"Tau. Mau saya tunjukin jalannya gak?"
"Boleh, Pak."
"Sok, monggo."

Saya menyusuri jalan setapak yang sangat kumuh. Benar-benar kumuh. Dan sampailah saya di rumah Tria. Inikah yang disebut rumah? Sebuah rumah yang terbuat dari kardus? Saya tercengang melihatnya.

"Assalamu'alaikum?"
Saya mengucapkan salam untuk menguji apakah ada orang di sini atau tidak.

"Eh iya, wa'alaikumsalam. Dengan siapa ya?"
Seorang ibu tua yang keluar dari rumah kardus itu.

"Ibu orang tua dari Neneng Tria?"
"Iya, saya ibunya. Ibu ini siapa ya?"
"Saya Anda Mila, guru psikologi sekolah Tria."
"Oh, iya Bu. Saya minta maaf ya, Tria gak masuk-masuk. Saya gak ada duit buat ongkosnya Tria. Hasil mulung gak mencukupi. Tiap hari juga Tria ngamen buat ongkos besok sekolah."

Saya tercengang lagi mendengar perkataan dari Ibunya Tria. Semangatnya untuk sekolah sungguh luar biasa. Orang tuanya begitu mendukung walaupun tidak mampu. Kekaguman saya bertambah pada anak itu. Meskipun dinilai orang tak berprestasi, tapi dia sungguh bersemangat. Bahkan menurut saya, itulah kelebihannya yang jarang dimiliki anak-anak lain seusianya. Berjuang untuk bersekolah meskipun masih kesulitan mendapatkan sesuap nasi.

Tak lama kemudian, Tria datang. Dia seperti kaget melihat saya ada di depan rumahnya.

"Ibu? Ngapain di sini?"
"Saya coba cari tahu kemana kamu selama 10 hari ini. Biasanya kan, tiap pagi saya lihat kamu bantuin Pak Jaya, Pak Mamat, sama Bu Inem nyiram tanaman. Kok sekarang kamu gak sekolah-sekolah?"
"Maafkan saya ya, Bu. Saya gak pernah ngasih tau kondisi saya yang... ya, ginilah hehe. Saya gak bisa sekolah karena kurang ongkos Bu, akhir-akhir ini banyak sekali keperluan bayaran adik saya di sekolahnya. Jadi saya masih nabung uang untuk ongkos sekolah."
"Iya saya ngerti kok, hmm, besok sekolah ya. Nanti Ibu tambahin ongkosnya. Udah mau UN loh, sebulan lagi."
"Aduh nanti jadi ngerepotin. Gak usah, Bu."
"Udahlah, gak apa-apa. Ya? Ini Ibu kasih ongkosnya, sekalian sebagai ucapan terimakasih dari Ibu karena kamu sering bantu-bantu Ibu. Nih ya."
"Ya Allah, Bu.. Terimakasih banyak ya, insyaallah besok saya mulai sekolah lagi. Terimakasih juga Ibu udah mau ke sini."

Wajahnya yang ceria ketika saya memberinya uang seratus ribu rupiah, membuat saya juga ikut bahagia membantunya. Saya pun merasa sangat lega sekali setelah bertemu dengan Tria. Tanpa banyak basa-basi, saya segera pamit pulang.

"Hehe, yaudah deh, saya pamit dulu ya Bu, Tria. Takut suami saya udah nunggu di rumah." ucap saya sambil tersenyum.

Saya pun pamit dan meninggalkan rumah Tria.

****

Itu adalah kejadian yang masih terlintas dalam pikiran saya. Siswi yang begitu baik, yang tak pernah saya temui setelahnya. Kejadian 6 tahun yang lalu, dimana saat itu saya merasa menjadi seorang guru sekaligus psikolog yang baik. Yang saya dengar kabarnya sekarang, Tria tinggal di Medan dan sudah menikah dengan seorang laki-laki berdarah Medan dan menjadi pengusaha kue Bika Ambon yang terkenal dan memiliki cabang di Jakarta dan Bandung.

Saya benar-benar merasa bangga dengan Tria. Seorang anak perempuan yang dulunya sering di bully, kini sudah menjadi pengusaha terkenal. Dia sudah berhasil membalik segitiga kehidupannya menjadi lebih baik. Cerita ini juga saya jadikan motivasi bagi anak bimbingan konseling saya di sekolah. Dan saya berharap, tidak ada lagi yang bermalas-malasan sekolah serta semakin banyak yang bercita-cita untuk meraih sebuah kesuksesan seperti Tria.

________________

Jumat, 02 Juni 2017

Memilih Universitas (Kampus)

Assalamualaikum, hari ini aku mau cerita nih tentang universitas gitu. Aku adalah fresh Graduate (baru lulus MAN) jadi pastinya udah harus nentuin universitas dong yaaa.. sekarang Alhamdulillah aku udah dapat tempat kuliah ni hehe. Di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta :) Yeaay..aku lolos SNMPTN di prodi Akuntansi !! Horeee.. gak pake tes-tes lagi dan langsung daftar ulang dapat almamater hoho. Enaknya yaa.. eh bagi yg baca blog aku, jgn nyepelein aku segampang itu masuknya. Perjuangan aku udah mulai dari kelas 10 loohhh :') hhah. Tapi aku sekarang mau flashback lagi ni hehe. Gimana perjuangan aku milih universitas sampe akhirnya aku menetapkan pilihan aku di UIN Jakarta. Hmm, gini ceritanya!

Awal pas SNMPTN muncul dan disuruh masukin nilai, aku sempet kecewa banget pas liat nilai aku yang benar-benar gak sesuai rapot. Gak sesuai nya bukan ketinggian, tp malah kerendahan jauh bgt :( bayangin aja, nilai 85 jadi 75 di pdss SNMPTN ;'( huaaa sedih banget -_-. Akhirnya aku laporin masalah ini ke guru aku yang ngurus bagian nilai rapot, Alhamdulillah langsung di urusin walaupun aku sampe sore di sekolah nungguin revisi nilainya hehe. Pas udah di revisi dan cek lagi, Alhamdulillah udah sesuai dan aku langsung verifikasi nilainya. Jadi tahunan 2017 itu semua siswa daftar dulu dengan nilai tinggi rapot masing-masing. Nah setelah itu, dipilih 50% siswa yg berhak memilih PTN dalam SNMPTN. Beda sm thn 2016 yang dapat memilih PTN adalah 75%. Nah, aku kan dari kelas IPS yang jumlah pararelnya 63 orang, jadi yang lolos tahap 50% itu ada 31 orang. Setengah nya gitu.
Beberapa hari kemudian pengumuman 50% (lupa tanggal nya hehe), aku ngecek akun SNMPTN aku di rumah, waktu itu aku lagi kurang enak badan jadi gak sekolah. Pas ngecek, Alhamdulillah.. aku bisa ikut SNMPTN :) Yeaay.. meskipun dibilang sm beberapa motivator katanya jangan ngarep SNMPTN, karena SNMPTN itu untung-untungan, tapi aku yakin aja gatau kenapa. Haha. (Pede aja gitu). Waktu milih PTN, awalnya aku milih UI prodi Ilmu Ekonomi. Tanpa pilihan kedua. Tapi orang tua kurang mendukung gitu, katanya kalo dapat UI, UI itu lumayan mahal dan takut juga gak lolos :'( wkwk. Aku disuruh milih UIN Jakarta aja, tapi aku mikir kan ada jalur span-ptkin khusus UIN se-Indonesia. Jadi masih ragu-ragu gitu. Masih bingung banget milih Univ apa. Keesokannya, pas aku sekolah, temen-teman aku bilang aku jangan milih UIN karena kan ada jalur span-ptkin, pilih UI aja. Bingung kan... Huhu.. pengen UI tapi aku optimistis di UIN. Labil banget ya emang. Soalnya buat sbmptn pun aku sama sekali gak siap. Huaa.. disini aku benar-benar bimbang. Aku juga gak tau kenapa, aku dapat mimpi kalo aku nangis gak lolos UI. Waduh apa banget mimpinya :v terus keesokannya aku mimpi lagi aku pake almet UIN. Lahh... Aku akhirnya berdoa untuk diberikan yang terbaik. Dan saat itu aku langsung bilang sama orang tua aku, aku udah yakin untuk memilih UIN. Karena papa juga alumni UIN (dulu masih IAIN) jadi papa juga mendukung banget. Dan uin juga kan berbau islami yang sangat kental. Aku juga berasal dari sekolah Islam (MI, MTs, MA) jadi pasti gak kaget kalo masuk UIN. Yaudah aku pun memilih UIN di pilihan pertama. Nah lagi-lagi labil soal jurusan !! Huft -_-.

Awalnya aku memilih Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di pilihan pertama dan Akuntansi di pilihan kedua. Tapi lagi-lagi, orang tua lebih mendukung aku di akuntansi. Karena prospek nya lebih menjamin. Nah pas mau finalisasi, masalah foto pun datang. Aku upload foto lewat tablet, itu fotonya aneh. Gak jelas munculnya -_-. Jadi aku datang ke warnet (itu udah malam juga). Nah pas di warnet, baru deh bener fotonya. Tapi komputer nya ngelag gitu -,- terus mati. Pas di nyalain, disuruh milih ulang pilihannya karena tadi kesalahan foto. Ya Ampuun, di ulang lagi -_- yaudah aku mencet buru-buru karena Ade aku udah cerewet banget minta gantian komputer buat main GTA -,-. Pilihan kedua pun aku asal mencet pilih Universitas Siliwangi wkwk. Aku cuma liat gambar univnya aja kalo menarik ya aku pilih wkwk (aneh bgt emang ya). Nah pas udah di finalisasi, ternyata pilihannya kebalik!! Yang tertera malah pilihan 1 Akuntansi, pilihan 2 IESP. Waduh.. yaudah deh, aku berdoa aja kali aja lolos :v lagian juga sama-sama di Fakultas Ekonomi dan Bisnis kok. Hoho. Terus juga gak nyesel milih akuntansi karena aku pengen banget S2 di Jepang dan universitas yang aku tuju itu ada accountingnya wkwk. Seenggaknya kalopun ambil jurusan ekonomi bisnis nanti, ya sama-sama belajar itu kok hehe. Doain aja yaaa supaya aku bisa S2 di Jepang hihi. Ya walaupun gak S2 disana, setidaknya menginjakkan kaki disana seharian penuh pun udah seneng banget haha.

Lanjut cerita,setelah finalisasi, masalah pun lanjut lagi -_-. Papa aku seneng banget pas tau aku dapat beasiswa full di Esa Unggul. Jadi beliau udah nyuruh aku kuliah di sana aja. Karena gratis sampe lulus. Buru-buru pun aku disuruh daftar ulang ke kantor pos. Yaudah aku daftar ulang aja, lumayan juga kan. Nah tapi ada syarat nilai UN harus 75. Waduh..berat juga. Intinya aku juga belajar supaya dapat nilai 75 supaya kalo aku gak lolos SNMPTN, aku bisa ambil beasiswa di sana.

Ortu Aku juga nyuruh aku coba tes di STAN. yaudah Aku juga ikut tes STAN waktu itu. Kebetulan banget tempat tesnya di UIN Jakarta. Nah pas nyari tempat tes, aku ajak temen aku yang kepengen banget masuk Ushuluddin UIN. Aku si gak yakin dari awal buat lolos STAN karena gak ada persiapan (emang gak siap banget huhu). Anehnya abis nyari tempat tes, kita malah foto-foto di bacaan UIN. Haha. Karena emang pengen sama-sama masuk UIN wkwk. Kita juga ngiterin kampus 1 UIN haha. Dan sampe ketemu sama kakak-kakak yang nawarin buku tes spmb UIN. Kita sekalian nanya-nanya tentang UIN. Walaupun gak beli bukunya :v
Setelah itu pulang deh.

Besoknya tes STAN, 3 hari kemudian pengumuman SNMPTN. Deg-degan banget pas buka, malah jam 2 siang pengumumannya huhu. Pas udah jam 2 tepat, aku langsung buka akun aku, dan hasilnya warna hijau! Kalo aku baca di Mbah Google sih,kalo warna hijau itu lolos😁 ge'er duluan ya hahaha. Nah pas aku screen ke bawah, "Selamat Anda Lolos SNMPTN 2017. Pada Universitas Islam Negeri Syarief Hidayatullah Jakarta, prodi Akuntansi" :3 uhh senengnya... Dan karena masih terikat beasiswa di esa unggul, papa aku nyuruh aku batalin beasiswa nya. Karena kalau udah dapat SNMPTN gak diambil, nanti malah di blacklist sekolahnya dan adik kelas gak bisa ambil SNMPTN UIN lagi. Ya udahlah aku batalin aja meskipun nilai juga ternyata 75,25 (sampe target).

Beberapa hari kemudian, pengumuman hasil seleksi STAN. Udah aku tebak, aku gak lolos wkwk. Aku pun verifikasi nilai ke UIN Jakarta dan tak berapa lama kemudian daftar ulang setelah ditentukan UKTnya. Ternyata setelah daftar ulang, masih ada tes TOEFL dan TOAFL. Yaudah jalani aja yakan.. hihi. Sekarang semua udah selesai, dan tinggal daftar ulang pbak tgl 8-22 Agustus 2017, dan setelah itu PBAK 22-26 Agustus 2017 dan masuk perkuliahan 1 September 2017. Aku ucapkan semangat buat yang lagi berjuang tes mandiri di PTN dan sukses untuk hasil sbmptn maupun UMPN (Politeknik).

Makasih banget yang baca blog aku :') dan maaf kalo ada salah kata hehehe..
Wassalamu'alaikum..

Minggu, 23 Oktober 2016

Benda Padat dan Benda Cair

Hai, Assalamu'alaikum.
Kali ini saya akan membagikan sebuah tulisan adik saya tentang perbedaan benda padat dan benda cair. Walaupun sudah banyak dari kita yang tau tentang benda padat dan cair, tapi maklumi saja, adik saya masih kelas 2 MI. Dia agak iseng mainin tablet saya. Nggak tau kenapa tiba-tiba dia menuliskan apa yang dia tau tentang benda padat dan benda cair. Katanya sih, besoknya mau ulangan. Hehe, langsung saja tengok apa yang dia tulis. Treeppp.. semoga bermanfaat ! 😎😘😉😆

****

1. Benda padat

Buku tulis merupakan benda padat. Lemari adalah benda padat. kursi merupakan benda padat. Meskipun berpindah tempat, bentuk benda padat tetap. Meskipun berpindah tempat, wujud benda padat tidak berubah.

2. Benda cair

Banyak benda cair yang berada di sekitar kita. Air merupakan benda cair. Sirup merupakan benda cair. Kecap adalah benda cair. Embun juga merupakan benda cair. Uap air dan hujan adalah benda cair yang berada di udara. Wujud benda cair dapat berubah sesuai dengan tempatnya. Apa bedanya benda padat dengan benda cair?

• Ciri-ciri benda padat:
a. Pensil dimasukkan ke dalam sebuah wadah
b. Pensil tidak berubah, bentuknya tetap, besarnya pun tetap.
Kesimpulan : Bentuk benda padat tidak berubah-ubah, Ukuran tidak berubah-ubah.

• Ciri-ciri benda cair:
a. Air dalam gelas dituang dalam mangkuk
b. Air dalam gelas berbentuk seperti gelas
c. Setelah dituang dalam mangkuk, bentuk air seperti mangkuk
Kesimpulan : Bentuk benda cair berubah-ubah mengikuti wadahnya, ukuran tidak berubah-ubah.

Selasa, 11 Oktober 2016

Menulis Untuk Manusia

Sobat, apa yang anda pikirkan dengan sebuah tulisan?
Apa anda merasa bingung mengapa anda hidup diharuskan bisa menulis? Apa manfaat menulis sebenarnya?
Jika anda penasaran, langsung saja simak artikel yang saya buat kali ini. Cekidot! Semoga bermanfaat ^_^

• Menulis dan Tulisan

         Menulis menurut KBBI adalah melahirkan pikiran atau perasaan dengan sebuah tulisan. Sedangkan tulisan adalah hasil menulis, karangan. Nah, itu adalah pengertian menulis dan tulisan menurut KBBI. Lantas, bagaimana pengertian yang sebenarnya?
        Menurut saya, menulis adalah suatu proses penciptaan sebuah karya melalui rangkaian huruf yang disebut tulisan yang disusun menjadi sebuah bacaan yang mengandung makna.
        Perbedaan antara menulis dan tulisan cukup simpel. Menulis adalah kegiatan penulisan. Sedangkan tulisan adalah sesuatu yang ditulis.
Cukup mudah bukan?

• Manfaat Menulis

       Nah, ini mungkin yang jadi pertanyaan beberapa orang. Apa manfaat menulis? Melalui artikel ini, saya akan membagikan beberapa manfaat menulis berdasarkan pendapat pribadi saya, antara lain:
1. Menulis dapat mengkreasikan diri dan membuat sebuah imajinasi dengan baik.
2. Dengan menulis, seseorang akan memahami sebuah informasi yang tertera dalam suatu tulisan.
3. Menulis dapat memperlancar oksigen yang masuk ke otak. Sehingga, otak akan cepat mengingat hal-hal yang pernah dituliskan (terutama menulis dengan tangan).
4. Menulis dapat memberi kepuasan tersendiri bagi para penulisnya dan menjadikan si penulis lebih fresh dalam berfikir.
5. Menulis dapat menjadi media dakwah, media pembelajaran, media hiburan, dan media lainnya yang dapat membuat para pembaca senang membacanya.
       Selain 5 manfaat di atas, masih banyak sekali manfaat menulis. Tinggal bagaimana anda mengelola sebuah tulisan itu menjadi sebuah tulisan yang unik dan berkreasi. Bagaimana? Rajin-rajin menulis itu bagus, kan?

• Menulis Untuk Manusia

      Sesuai dengan judul artikel ini, menulis untuk manusia. Tahukah anda mengapa manusia hidup tak pernah lepas dari sebuah tulisan?

Ini dia alasannya!
1. Tanpa tulisan, manusia tidak akan bisa mengetahui sejarah.
2. Tanpa tulisan, manusia tidak akan bisa mengupas masalah yang terjadi tanpa adanya penyusunan struktur masalah yang berupa tulisan.
3. Tanpa tulisan, manusia tidak akan bisa membaca.
4. Tanpa tulisan, manusia tidak akan punya sebuah nama.
5. Tanpa tulisan, manusia akan sulit mengingat suatu hal. Ini karena sifat manusiawi manusia yang pelupa.
6. Tanpa tulisan, manusia tidak akan bisa menghitung.
Begitulah sekiranya alasan mengapa manusia tak pernah lepas dari tulisan.

• Lalu, sejak kapan tulisan muncul?

Menurut sejarah, di Indonesia sendiri pada zaman purba telah ditemukan tulisan berbentuk gambar yang bernama pikto. Setelah zaman purba, ditemukan tulisan bernama relief yang menjelaskan pikto dan tulisan ini banyak terdapat pada candi Borobudur dan Prambanan. Setelah itu, di Mesir ditemukan tanaman papyrus yang digunakan sebagai bahan dasar kertas. Orang-orang Mesir juga mulai menulis dengan tulisan hyroglif. Disaat yang sama, di Indonesia juga sedang mengembangkan tulisan sansekerta. Tulisan Libanon dan Suriah juga muncul dengan nama abjad punesia yang berjumlah 22 abjad. Selain itu, di Suriah juga muncul huruf Arab yang kemudian terkenal dengan huruf Islam (hijaiyah). Pada akhirnya muncul tulisan karya bangsa Romawi dan bangsa Extruda yang melahirkan tulisan yang kita pakai seperti sekarang ini yang dikenal dengan abjad Romawi.

Sekian artikel yang dapat saya bagikan kali ini, semoga bermanfaat dan teruslah berkarya dengan tulisan-tulisan yang akan melahirkan sebuah kreatifitas yang imajinatif dan inovatif!

Minggu, 09 Oktober 2016

Ekonomi Dan Akuntansi

Gimana sih contoh dari soal-soal jurnal khusus dalam perusahaan dagang?

Assalamu'alaikum teman-teman..
Di sini saya akan coba membantu mengeshare contoh soal dari Jurnal Khusus Dalam Perusahaan Dagang.


Berikut adalah beberapa transaksi yang terjadi di Toko Serba Ada "Osafa" pada bulan Oktober 2015:
1 Dibeli perlengkapan toko dari Toko Agen Anugerah secara kredit senilai Rp. 5000.000 (syarat 2/10,n/30)
2 Dibeli tunai Snack makanan ringan sebanyak 30 kardus oleh Warung Bia (1 kardus Rp. 250.000)
3 Dibayar utang bulan lalu pada Toko beras semeru senilai Rp. 1.500.000
4 Dijual secara kredit kepada Toko Anumerta alat-alat kantor senilai Rp. 400.000 (syarat 2/10,n/30)
5 Dibeli secara kredit peralatan Toko seperti komputer dan mesin kasir dari Toko Elektronika Hamidah senilai Rp. 5.000.000 (syarat 3/10,n/40)
6 Dilunasi utang pembelian perlengkapan Toko kepada Toko Anugerah dan diterima pelunasan piutang tanggal 4
7 Dikirimkan nota debit kepada Toko Elektronika Hamidah dikarenakan rusak senilai Rp. 350.000
8 Dibeli sebuah lemari pendingin dan rak dari toko BK senilai Rp. 5.500.000 tunai
9 Dijual secara tunai Ciki-ciki sebanyak 5 kardus kepada Nona Arum seharga
Rp. 58.000/kardus
10 Dijual secara kredit kepada Tuan Adam sejumlah 50 kardus indomie seharga Rp. 110.000/kardus (syarat 2/10,n/30)
11 Dijual 1 truk telur ayam dan telur bebek kepada toko roti zamzam seharga Rp. 35.000.000 secara kredit (syarat 5/15,n/30)
12 Dikembalikan dengan nota kredit dari toko roti zamzam karena telurnya banyak yg busuk senilai Rp. 1.050.000
13 Dijual peralatan ATK kepada toko fotocopy BangBimo seharga Rp. 250.000 tunai
14 Dibeli 1 truk beras dari toko agen beras makmur seharga Rp. 12.500.000 tunai dengan ongkos kirim Rp. 300.000
15 Dibayar tagihan listrik toko senilai Rp. 500.000
16 Dibeli secara kredit sebuah truk angkut toko dari Sorum Toyota seharga Rp. 140.000.000 yang akan di cicil selama 1 tahun
17 Dijual Aqua galon sebanyak 15 galon kepada Tuan Arnold seharga Rp. 15.000/galon tunai
18 Dibayar uang kebersihan dan keamanan sejumlah Rp. 35.000
19 Dijual 40 bungkus minyak goreng kepada toko abangTun seharga Rp. 17.000/bungkus secara kredit (syarat 2/10,n/30)
20 Diterima uang dari toko roti zamzam atas utangnya yang lalu
21 Dibeli aneka sabun dan obat-obatan sebanyak 60 dus dari toko Udin seharga Rp. 25.000.000 secara tunai
22 Dikembalikan dengan nota kredit atas penjualan minyak dari toko abangTun karena tumpah sejumlah Rp. 55.000
23 Dijual obat-obatan sebanyak 5 dus obat kepada apotik Roxy seharga Rp. 18.500.000 tunai
24 Dibayar gaji 5 karyawan sejumlah Rp. 3.000.000/1 karyawan
25 Dijual 40 dus susu ultra tunai kepada warung ibu Yeni seharga Rp. 458.000/dus
26 Diterima piutang atas penjualanan minyak tanggal 19
27 Dijual secara kredit alat-alat kosmetik sariayu sebanyak 4 dus kepada toko kosmetik indah seharga Rp. 450.000/1 dus (syarat 2/10, n/30)
28 Di perbaiki toilet karyawan sejumlah Rp. 550.000
29 Dikembalikan 3 botol susu ultra dari warung ibu Yeni karena pecah senilai Rp. 45.000
30. Diterima piutang atas transaksi tanggal 10
31. Diterima piutang atas tanggal 27

Nah, itu adalah contoh soalnya. Lalu bagaimana cara memindahkannya ke jurnal Khusus? Langsung saja perhatikan gambar ini baik-baik 😀